FIBER OPTTIK DAN KABEL UTP

 

PENGERTIAN, FUNGSI, DAN PENYAMBUNGAN PENGKABELAN UTP DAN FIBER OPTIC

 

PENGERTIAN 

Kabel UTP singkatan dari Unshielded Twisted Pair. Kabel UTP terbuat dari bahan penghantar tembaga memiliki isolasi dari plastik dan terbungkus dari bahan isolasi yang dapat melindungi dari api dan kerusakan fisik. 
Kabel UTP merupakan kabel yang sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN = Local Area Network), karena kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus dan harganya murah. 
kabel UTP diimplementasikan menggunakan konektor modul telepon seperti RJ-11 dan RJ-45. 
RJ-11 biasanya digunakan untuk telepon rumah, kabel modem, dan ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line). Sedangkan kabel RJ-45 digunakan untuk jaringan internet. 

FUNGSI

Kabel UTP paling umum digunakan pada LAN, dan merupakan salah satu perangkat keras komputer yang digunakan sebagai penghubung atau transmisi data pada sebuah jaringan. Fungsi kabel UTP dalam hal ini adalah untuk membatasi kecepatan akses internet komputer.

PENYAMBUNGAN PENGKABELAN 

Pemasangan Kabel Tipe Stright

      1. Perhatikan kabel dan konektor dalam keadaan yang baik

2.                    Setelah itu pastikan jaket tidak tegang dan potong jaketnya dengan mata pisau, ingat hanya kulitnya saja

3.        Setelah itu tarik kabelnya agar mempermudah dalam menyusun warna kebel.

4.        Susun kabelnya sesuai dengan warna, seperti berikut

bila menggunakan standard pemasangan kabel UTP TIA568A maka susunan kabelnya adalah sebagai berikut

Ujung Pertama

Ujung Kedua

Putih Hijau

Putih Hijau

Hujau

Hijau

Putih Orange

Putih Orange

Biru

Biru

Putih Biru

Putih Biru

Orange

Orange

Putih Coklat

Putih Coklat

Coklat

Coklat

Bila menggunakan standard pemasangan kabel UTP TIA568B maka susunan kabelnya adalah sebagai berikut

Ujung Pertama

Ujung Kedua

Putih Orange

Putih Orange

Orange

Orange

Putih Hijau

Putih Hijau

Biru

Biru

Putih Biru

Putih Biru

Hijau

Hijau

Putih Coklat

Putih Coklat

Coklat

Coklat

5.                    Dan setelah itu potong kabel utp tersebut dengan crimping tool, berikut gambarnya:

6.        Kemudian setelah disusun, masukkan kabel yang disusun kedalam kepala konektor dan jangan biarkan ada kabel yang tertindih satu sama lain

7.        Setelah itu jepit kepala konektor dengan menggunakan crimping tool, sampai terdengar bahwa kabel sudah terjepit dengan benar di kepala konektor

8.                   Jaket kabel harus berada di dalam konektor, seperti gambar berikut:

9. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengetes kabel LAN tersebut dengan menggunakan lan tester atau multimeter, caranya adalah memasukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses.

2.             Pemasangan Kabel Tipe Cross

Bila pada kabel UTP susnannya sma degan ujung satunya lagi, maka bila yang ini unjung satunya adalah kabel tipe TIA568A dan ujung satunya lagi adalah tipe TIA568B,
Caranya adalah sebagai berikut dan gambarnya kurang lebih sama dengan yang di atas:

1. Perhatikan kabel dan konektor dalam keadaan yang baik

2.   Setelah itu pastikan jaket tidak tegang dan potong jaketnya dengan mata pisau, ingat hanya kulitnya saja

3.   Setelah itu tarik kabelnya agar mempermudah dalam menyusun warna kebel.

4.   Susun kabelnya sesuai dengan warna, seperti berikut

Ujung Pertama

Ujung Kedua

Putih Hijau

Putih Orange

Hujau

Orange

Putih Orange

Putih Hijau

Biru

Biru

Putih Biru

Putih Biru

Orange

Hijau

Putih Coklat

Putih Coklat

Coklat

Coklat

5.               Kemudian setelah disusun, masukkan kabel yang disusun kedalam kepala konektor dan jangan biarkan ada kabel yang tertindih satu sama lain

6.        Setelah itu jepit kepala konektor dengan menggunakan crimping tool, sampai terdengar bahwa kabel sudah terjepit dengan benar di kepala konektor

7.        Jaket kabel harus berada di dalam konektor.

8.        Kemudian langkah selanjutnya adalah mengetes kabel LAN tersebut dengan menggunakan lan tester atau multimeter, caranya adalah memasukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. 

SERAT OPTIK 

 

PENGERTIAN 

 

Jaringan akses fiber optik adalah jaringan utama sebagai perangkat dasar yang menghubungkan dari sisi pengirim ke sisi penerima dalam bidang telekomunikasi. Jaringan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu jaringan metal dan jaringan non metal atau yang disebut jaringan fiber optik.

Jaringan akses fiber optik ini merupakan jaringan yang mentransmisi cahaya dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dengan jangkauan yang jauh lebih panjang bila dibandingkan dengan kabel tembaga, serta bebas dari interferensi gelombang elektromagnetik.

Fiber optik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu single mode dan multi mode. Single mode dapat menjangkau jarak sampai ratusan kilometer namun hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Sedangkan multi mode hanya dapat menjangkau jarak kurang dari satu kilo meter saja namun dapat mengirimkan sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, kemudian dapat mengirimkan data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, dan mengirimkan data pada sudut refraksi yang berbeda.

FUNGSI

Pada dasarnya fungsi dari kabel Fiber Optik sama seperti jenis kabel yang lain yakni menghubungkan antar komputer atau pengguna satu sama lain dan dalam lingkup jaringan tertentu.

Yang menjadi pembeda adalah kecepatan akses yang tinggi serta kemampuan transfer data lebih cepat. Untuk kecepatan pengiriman data bisa sampai kisaran Gigabit per detiknya. Selain itu karena tidak membawa listrik kabel jenis ini juga tida terpengaruhi gangguan elektromagnetik sehingga stabil dalam penggunaannya.

PENYAMBUNGAN PENGKABELAN

1. Metode Fusion Splice

Metode ini merupakan metode penyambungan dengan cara Fusi (peleburan) sesuai titik lebur serat optik. Penyambungan ini biasanya dilakukan pada jaringan akses, metro dan long distance.
Adapun proses penyambungan dengan metoda ini diperlukan beberapa tahapan proses antara lain: 

  1. Proses persiapan yang meliputi pengupasan coating dan cladding, keduanya adalah lapisan pelindung inti fiber. 
  2. Pengupasan gunakan spesial alat kupas serat optik (fiber stipper tool)
  3. Pembersihan fiber optik dengan mengunakan tisue yang dibasahi alkohol 90%.
  1. Pemotongan inti fiber dengan menggunakan alat fiber cleaver atau yang sejenis.
  1. Penyambungan yang meliputi alignment, position dan fusion kemudian menampilkan posisi titik sambung serta nilai loss fiber.
  1. Pemasangan fiber heat shrink sleeve untuk melindungi sambungan fiber agar tidak mudah patah.

2. Metode Mechanical Splice

Metode Mechanical Splice adalah metode penyambungan dengan cara mekanik. Untuk melakukan penyambungan dengan sistem mekanik ini, diperlukan mechanical splice assembly serta perangkat tool kit set, penyambungan dengan metoda ini tidak diperlukan catuan listrik. Persiapan penyambungan dilakukan seperti pada point 1 butir a sampai dengan c kemudian proses penyambungan dilakukan dengan menempatkan kedua ujung fiber optik pada V grove dari mechanical splice.

Langkah berikutnya, dilakukan pengaturan agar kedua ujung fiber optik bertemu pada medium mechanical splice. Kemudian handle pada mechanical splice didorong ke bawah sehingga dapat menekan cap dari mechanical splice. Sambungan dengan sistem mechanical splice ini relatif mudah dan tidak memerlukan catuan listrik seperti yang ada pada fusion splicer, namun hasil ukur dari sambungan ini berkisar pada 0.2 dB.

3. Metode Connector Splice

Metode ini adalah metode penyambungan fiber optik dengan menggunakan konektor, adapun sistem ini mempercepat sistem penyambungan. Sistem penyambungan dengan konektor hanya memerlukan material konektor saja sebagai titik sambung namun untuk semua persiapan sama dengan fusion splice dan mechanical splice.

Konektor fiber optik terdiri dari dua jenis, konektor model ST yang berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan karena mereka mungkin berbeda. Sistem splice fast connector ini dapat dilepas ataupun dipasang kembali sehingga lebih fleksibel tanpa memerlukan material tambahan. Sedangkan nilai redaman yang terjadi pada sistem ini berkisar 0.15dB.

Akan tetapi dengan sistem ini mempunyai kerugian lain yaitu pantulan (reflection) pada guide pin connector yang diakibatkan perpindahan medium antara kedua guide pin connector yang disambungkan. Sedangkan besaran loss akibat refleksi tersebut tergantung pada struktur guide pin connector dan proses penyambungannya.

Komentar