TUGAS PJOK_AZFAR_PUTRA S_07_XT4
MARI PELAJARI BEBERAPA MATERI PJOK YUKK!!!
Materi PJOK
Semester genap
Sepak Bola
Sepak bola adalah olahraga yang menggunakan bola terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Tujuan sepak bola adalah untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Pada permainan sepakbola hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan.
1. Menendang (kicking)
Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), dan menembak kearah gawang ( shootig at the goal ). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam yaitu menendang dengan kaki bagian dalam, menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.
- menendang bola menggunakan kaki bagian luar adalah tendangan yang dilakukan untuk jarak dekat.
- menendang bola menggunakan kaki bagian dalam adalah tendangan yang dilakukan untuk jarak pendek.
- menendang bola menggunakan dengan kura-kura kaki atau punggung kaki adalah tendangan yang dilakukan untuk umpan jarak jauh atau menembak bola ke gawang
2. Menggiring (dribbling)
- closed dribbling dipakai ketika memang berada di dekat pemain dari tim lawan yang mencoba menghadang. Tujuannya adalah untuk melindungi bola supaya tak terlalu jauh dari pemain dan tidak direbut oleh tim lawan dengan mudah.
- speed dribbling dilakukan secara cepat dimana pemain sedang berada pada daerah kosong dengan melakukan tendangan bola ke depan kemudian kejar sambil berlari cepat
3. Menghentikan bola (stopping)/ mengontrol bola (controlling)
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Bagian tubuh yang digunakan saat mengontrol bola yaitu kepala, dada, perut, paha dan kaki
4. Menangkap Bola (goal keeping)
Teknik dasar menangkap bola atau goal keeping digunakan oleh pemain sepak bola yang berposisi sebagai seorang kipper.
5. Menyundul Bola (Heading)
Teknik dasar heading tujuannya adalah untuk mengoper, membuang bola, mematahkan serangan dari tim lawan, serta mencetak gol. Posisi tubuh pemain ketika menyundul bola dapat berada dalam posisi melompat atau sambil berdiri saja. Penyundulan dilakukan dengan dahi dan bukan dengan ubun-ubun kepala.
6. Lemparan Ke Dalam (Throwing)
Teknik dasar satu ini hanya terjadi ketika pertandingan tengah berjalan di mana bola keluar dari lapangan dan melalui area sisi lapangan sepak bola. Ketika lemparan ke dalam telah pemain lakukan maka permainan atau pertandingan bisa dilanjutkan lagi. Caranya adalah melemparkan bola menggunakan kedua tangan dan wajib melewati atas kepala dan kedua kaki menapak tanah.
7. Menyapu Bola (Sliding)
Gerakan sliding yang bertujuan merebut bola dengan menjatuhkan diri merupakan gerakan berbahaya karena beresiko mendapat pelanggaran. Sliding sambil mengangkat kaki ke atas, sliding tackle menggunakan teknik menggunting dan tackle dengan menyerang lawan dari belakang adalah jenis-jenis yang dilarang untuk dilakukan selama permainan.
8. Merebut Bola (Intercepting)
Teknik dasar yang juga disebut dengan intercepting atau juga lebih kerap dikenal sebagai interception ini adalah gerakan merebut bola yang digiring oleh kaki lawan dengan membaca arah gerakan lawan dan bola yang dibawa oleh lawan.
BOLABASKET
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Dalam olahraga bolabasket terdapat 5 teknik dasar yaitu dribbling, passing, pivot, shooting dan rebound.
1. Teknik Menggiring (Dribbling)
Teknik dasar dribbling pada basket tujuannya sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya adalah dribbling pada bola basket dilakukan dengan memantulmantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka, bukan menggunakan kaki seperti halnya pada permainan sepak bola. Aturannya jangan pernah menggunakan dua tangan untuk menggiring bola basket dan jangan menggunakan tangan yang mengepal.
2. Teknik Mengoper (Passing)
Teknik Passing merupakan teknik dasar permainan bola basket yang harus kamu kuasai betul agar bisa bermain secara kolektif. Teknik passing / mengumpan merupakan gerakan melempar bola kepada teman yang masih dalam satu tim. Passing bisa dilakukan dengan menggunakan dua tangan atau satu tangan saja, tujuan dari melakukan passing adalah untuk menyusun serangan dengan terobosan matang atau gerak tipuan.
3. Teknik Pivot
Seperti namanya pivot berarti tumpuan, teknik pivot biasanya digunakan untuk melakukan gerak tipu dan menjaga bola dari rebutan lawan, yaitu dengan cara mengerakkan badan dengan tumpuan salah satu kaki dengan kedua tangan yang menjaga bola dari lawan. Aturan melakukan pivot yaitu tidak boleh menggeser kaki yang menjadi tumpuan saat memutar badan. Usahakan kamu memilih kaki yang terkuat untuk menjadi tumpuan saat kamu memutar badan untuk melakukan gerakan, kamu boleh menggerakan kaki yang lain asalkan kaki tumpuan tidak bergeser.
4. Teknik Shooting
Dalam basket tentu saja kamu memerlukan shooting / tembakan langsung ke ring untuk mencetak poin. Shooting merupakan teknik dasar permainan bola basket yang wajib kamu kuasai untuk mendapatkan poin demi poin. Ada banyak cara untuk melakukan teknik shooting, diantaranya : – Menembak dengan teknik set shoot (posisi berdiri diam ditempat) dengan satu tangan – Menembak dengan teknik set shoot dua tangan – Menembak dengan teknik jump shot (disertai dengan lompatan) – Menembak dengan teknik lay up ( gerakan lari, langkah dan meloncat)
5. Teknik Rebound
Teknik rebound merupakan teknik dasar permainan bola basket yang bisa membuat tambahan poin dari lemparan temanmu yang gagal. Banyak pelatih yang mengatakan bahwa rebound merupakan hal penting yang bisa saja memberikan tim kamu kemenangan atau setidaknya posession ball yang bagus. Rebound merupakan teknik mengambil bola basket yang gagal masuk ring, ada 2 tipe rebound yaitu rebound ofensif dan rebound defensif. Rebound ofensif artinya lemparan yang gagal dalam satu tim diambil oleh teman yang masih satu tim kemudian mencoba shot lagi kedalam ring, bila bola masuk ring maka tim tersebut dapat 2 point. Sedangkan defensif rebound adalah teknik merebut bola basket yang gagal dimasukkan oleh lawan agar tidak ada usaha memasukkan bola lagi kedalam ring. Menguasai teknik rebound defensif akan menyelamatkan tim dari kekalahan dan berpeluang melakukan counter attack.
BOLA VOLI
Permainan bola voli adalah sebuah cabang olahraga yang dimainkan oleh 2 tim yang saling berlawanan. Di mana setiap timnya mempunyai 6 orang anggota pemain. Permainan dilakukan dengan mengolah bola yang dilemparkan suatu tim ke daerah tim lawan, dan tim tersebut harus melemparkannya kembali melewati net ke daerah lawannya. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menjaga agar bola tidak sampai jatuh ke tanah di daerah timnya sendiri, dan berusaha untuk menjatuhkan bola di daerah tim lawan. Dalam permainan bola voly terdapat beberapa teknik dasar diantaranya: service, passing, smash, block dan dig.
A. SERVIS
Service adalah pukulan bola voli yang dilakukan melewati net ke area yang kosong di daerah tim lawan, atau mengarah ke pemain lawan yang terlihat lemah, sehingga tidak bisa diolah oleh pemain lawan tersebut dan tim mendapatkan poin. Service dilakukan setelah bola voli jatuh ke tanah, sehingga salah satu tim mendapatkan poin. Dan yang melakukan service adalah pemain dari tim yang berhasil mendapatkan poin. Dalam melakukannya, teknik service ini terbagi lagi menjadi beberapa cara, yaitu service bawah, service atas dan jump service Jump Service
B. PASSING
Teknik dasar gerakan passing atau juga bisa disebut reception adalah teknik yang bertujuan untuk menerima,menahan dan mengendalikan bola service dari pemain lawan teknik passing di bagi menjadi dua macam yaitu passing atas dan passing bawah. Teknik Passing atas adalah teknik yang biasa digunakan untuk memberikan umpan atau set up dari toser ke pemain yang akan melakukan smash sedangkan passing bawah biasanya dilakukan untuk menerima bola service dan smash dari lawan yang masih berada dalam jangkauan namun posisi bola terlalu rendah. Pada passing atas bola didorong dengan jari-jari tangan dan perkenaannya melalui ruas pertama dan kedua dari jari telunjuk ke kelingking, sedangkan ibu jari hanya pada ruas pertama saja. Posisi badan saat passing bawah yaitu kedua kaki dibuka dan lutut ditekuk, kemudian kedua lengan lurus dijulurkan kedepan bawah dengan posisi tangan satu sama lain dikaitkan atau berpegangan, perkenaan bola saat passing bawah yaitu lengan bagian bawah. passing bawah passing atas
C. SMASH
Smash atau spike adalah teknik dasar permainan bola voli yang dilakukan dengan memukul bola menggunakan kekuatan penuh sambil melompat, kemudian bola diarahkan ke daerah tim lawan yang kosong. Seorang pemain penyerang atau spiker, idealnya memiliki postur tubuh dan lompatan yang tinggi. Hal ini karena saat melakukan teknik smash, pemain harus melakukan lompatan dan memukul bola dengan kuat ketika berada di puncak ketinggian. Smash atau spike ini pun, dalam melakukannya harus menghasilkan serangan yang keras dan menukik agar sulit bahkan tidak bisa diterima oleh pemain lawan. Cara melakukan teknik smash ini terbagi menjadi 4 bagian, yaitu awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
D. BLOCK
Teknik block dalam permainan bola voli digunakan untuk menahan atau mencegah serangan pukulan bola yang keras yang dilancarkan oleh pemain lawan. Pertahanan dapat dilakukan dengan menggunakan kedua tangan dan diiringi dengan lompatan yang tinggi, kemudian menahan bola supaya tidak masuk ke dalam daerah tim sendiri.
E. DIG
Untuk menyelamatkan bola agar tidak jatuh setelah di-spike oleh tim lawan, maka biasanya seorang pemain akan melakukan tehnik Dig. Tehnik ini biasanya digunakan dalam keadaan darurat. Ketika posisi jatunya bola sudah berada dekat dengan lantai dan tidak dapat diselamatkan lagi dengan menggunakan tehnik pass, maka tehnik Dig inilah yang akhirnya digunakan. Pada dasarnya, tehnik Dig ini sama dengan tehnik pass atau bump. Istilah Overhand dig digunakan ketika seorang pemain melakukan Dig dengan menggunakan ujung jemarinya. Sementara Bump dig adalah istilah yang digunakan untuk Dig yang dilakukan dengan menggunakan kedua lengan yang digabungkan. Dalam tehnik Dig, seorang pemain biasanya juga menampilkan gerakan meluncur (dive), yaitu melemparkan tubuhnya ke arah depan untuk menyelamatkan bola, yang kemudian mendarat dengan menggunakan dadanya. Seorang pemain biasanya akan memperjuangkan bola dengan sekuat tenaga dan dengan segala cara yang tidak melanggar peraturan permainan yang telah ditetapkan. Sekali waktu, seorang pemain juga terpaksa harus menjatuhkan badannya dengan cepat hanya untuk menyelamatkan bola agar tidak terjatuh. Untuk mencegah luka maupun cidera pada tubuh ketika menjatuhkan tubuhnya, biasanya seorang pemain juga melakukan tehnik berputar (rolling) ketika jatuh. Selain itu, terkadang seorang pemain juga melakukan tehnik yang disebut dengan “pancake” untuk menyelamatkan bola yang hampir menyentuh lantai. Pada tehnik ini, seorang pemain akan meluncur dan mendorongkan tangannya ke arah depan.
ESTAFET
A. DEFINISI
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian (wessel) serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.
B. CARA PERGANTIAN TONGKAT DALAM LARI SAMBUNG (ESTAFET)
1. Tanpa melihat (non-visual atau blind pass)
Pada cara ini penerima tongkat estafet tanpa menoleh ke belakang kepada pemberi tongkat. Cara ini biasa digunakan pada lari sambung 4 x 100 m.
Pergantian Tongkat Cara Non Visual untuk 4 x 100 m
Penerima membuat tanda dengan goresan spikes atau tanda dengan kertas perekat pada lintasan, sebagai pedoman saat yang tepat untuk melakukan start bilamana pemberi tongkat datang. Tanda ini terletak pada tempat kira-kira 15-20 panjang tapak kakinya sendiri dari tempat dia berdiri. Tempat berdiri ini boleh ada garis permulaan daerah pergantian, boleh pada tempat 10 m sebelumnya. (Dengan suatu tanda).
Penerima memperhatikan dengan sungguh tanda (check-mark) itu. Tepat pada saat pemberi sampai pada tanda tersebut, secepatnya ia melakukan start dengan kecepatan setinggi-tingginya tanpa menoleh ke belakang. Setelah mendengar teriakan “Ya”atau aba-aba lain yang sebelumnya sudah diatur dari pemberi tongkay estafet, ia mengulurkan tangannya jauh ke belakang tanpa mengurangi kecepatan. Kalau pemberi tongkat memberikan dengan tangan kanan maka ia menerima dengan tangan kiri dan lari agak disisi kanan lintasan. Pada saat tongkat telah terasa berada di tangan, tongkat segera dipegang erat-erat jangan sampai jatuh.
Apabila seluruh regu selalu memberikan tongkat dengan tangan kirinya maka penerima tongkat akan menerima dengan tangan kanan, seterusnya tongkat dipindahkan ke tangan kiri. Tetapi jika regu tersebut menerima tongkat dengan tanpa memindahkan tongkat, mereka harus menerima dan memberikan dengan selang-seling. Pergantian tongkat yang terbaik adalah bilamana pergantian tongkat berlangsung dalam keadaan pelari sudah mencapai kecepatan tertinggi. Ini terjadi kira-kira 18 m setelah melewati garis permulaan dalam daerah pergantian.
2. Dengan melihat (visual atau sight pass)
Pada cara ini penerima tongkat estafet menoleh ke belakang, melihat kepada pemberi tongkat. Cara ini biasa digunakan pada lari sambung yang jarak tiap pelari lebih dari 100 m, terutama pada 4 x 400 m.
Pergantian Tongkat Cara Visual untuk Lari 4 x 400 m
Penerima melihat kedatangan pelari yang akan memberikan tongkat memperhatikan keaadaan dan kecepatannya baik-baik. Pada saat pemberi datang segera melakukan start dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kecepatan pemberi sambil mengulurkan tangannya ke belakang untuk menerima tongkat. Penerima tongkat berlangsung sebelum pelari melampaui jarak 10 m sesudah garis permulaan daerah penggantian. Penerima bertanggung jawab atas gagalnya pergantian tongkat. Lakukanlah start pada saatnya jangan terlambat sehingga ditumbuk oleh pemberi tongkat. Pada lari 4 x 400 m, pelari pertama lari pada lintasannya sendiri-sendiri. Pelari kedua masih lari pada lintasannya sendiri melewati tikungan sampai tanda pada bagian lurus, seterusnya bebas. Pelari ketiga dan keempat bebas, dan sebaiknya lari di lintasan paling dalam.
C. TEKNIK PEMBERIAN DAN PENERIMAAN TONGKAT DALAM LARI SAMBUNG (ESTAFET)
Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.
Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kiri.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet Pemberian tongkat sebaiknya menyilang, atau pelari 1 dan 3 menggunakan tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat dengan tangan kiri atau sebaliknya bagi semua pelari 1 - 4.
Penempatan pelari hendaknya di sesuaikan dengan keistimewaan dari masing masing pelari. Misal pelari 1 dan 3 dipilih karna memiliki potensi keseimbangan yang baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelaru yang mempunyai daya tahan tubuh yang baik.
Start yang sering digunakan dalam lari estafet yaitu start jongkok, start jongkok ini di gunakan oleh pelari 1, sedangkan pelari 2,3, dan 4 menggunakan start berdiri.
Beberapa cara penerimaan dan pemberian tongkat:cara visual telapak tangan menghadap atas
cara non visual telapak tangan menghadap atas
cara visual telapak tangan menghadap bawah
cara nonvisual telapak tangan menghadap bawah
D. PERATURAN PERLOMBAAN LARI ESTAFET
Peraturan yang harus dipahami seorang atlet dalam melakukan lari estafet adalah
sebagai berikut:
1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,20 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambah dengan 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi pergantian tongkat.
2. Setiap pelari harus tetap tinggal dijalur lintasan masing-masing meskipun sesudah memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Apabila saat itu tongkat terjatuh, maka pelari yang menjatuhkannya harus mengambilnya.
3. Dalam lari estafet pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama kemudian boleh masuk ke lintasan dalam. Pelari ketiga dan keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai dengan kedatangan pelari seregunya.
Ukuran Tongkat Estafet Panjang : 28-30 cm
Diametrer : 3,8 cm
Berat : tidak boleh lebih dari 50 gram
Komentar
Posting Komentar